Minggu, 13 April 2014

Proses Produksi


ANISAH KHAIRANY SALSABIL
1111.051
Tugas Harian Kewirausahaan
A.    Berbagai Type Proses Produksi
Proses produksi dapat dibedakan baik atas dasar karakteristik aliran prosesnya maupun tipe pesanan langganannya. Dimensi klasifikasi proses produksi pertama adalah aliran produk atau urutan operasi-operasi. Ada tiga tipe aliran :  garis, intermiten, dan proyek. Dalam perusahaan-perusahaan manufacturing, aliran produk adalah sama dengan bahan mentah. Dalam industry-industri jasa, proses proses produksi tidak ditunjukkan dengan aliran secara phisik, tetapi oleh urutan operasi-operasi yang dilaksanakan dalam pemberian pelayanan. Urutan operasi-operasi pelayanan ini dapat dianggap sebagai “aliran produk” untuk industry-industri jasa. Tipe-tipe aliran dibagi menjadi tiga yaitu :
1.    Proses produksi terus-menerus (continuous processes)
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi yang mempunyai pola atau urutan yang selalu sama dalam pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan.
v Ciri-ciri proses produksi terus menerus adalah:
a.    Produksi dalam jumlah besar, variasi produk sangat kecil dan sudah distandarisir.
b.    Menggunakan product lay out atau departmentation by product.
c.    Mesin bersifat khusus.
d.   Operator tidak mempunyai keahlian yang tinggi.
e.    Salah satu mesin/ peralatan rusak atau terhenti, seluruh proses produksi terhenti.
f.     Tenaga kerja sedikit.
g.    Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses kecil.
h.    Dibutuhkan maintenance specialist yang berpengetahuan dan pengalaman yang banyak.
v Kelebihan proses produksi terus menerus adalah:
a.    Biaya per unit rendah bila produk dalam volume yang besar dan distandardisir.
b.    Pemborosan dapat diperkecil karena menggunakan tenaga mesin.
c.    Biaya tenaga kerja rendah.
d.   Biaya pemindahan bahan di pabrik rendah karena jaraknya lebih pendek.

v Kekurangan proses produksi terus menerus adalah:
a.    Terdapat kesulitan dalam perubahan produk.
b.    Proses produksi mudah terhenti yang menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi.
c.    Terdapat kesulitan menghadapi perubahan tingkat permintaan.

2.    Proses produksi terputus-putus (intermitten processes)
Proses produksi terputus-putus adalah suatu proses produksi dimana arus proses yang ada dalam perusahaan tidak selalu sama. Aliran intermite (job shop). Suatu proses aliran intermiten mempunyai cirri produksi dalam kumpulan-kumpulan atau kelompok-kelompok barang yang sejenis pada interval-interval waktu yang terputus-putus. Dalam hal ini, peralatan dan tenaga kerja diatur atau diorganisasi dalam pusat-pusat kerja menurut tipe-tipe ketrampilan atau peralatan yang serupa. Suatu produk atau pekerjaan akan mengalir hanya melalui pusat-pusat kerja yang diperlukan. Jadi aliran bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir tidak mempunyai pola yang pasti.
Operasi-operasi intermiten adalah sangat fleksibel dalam perubahan volume atau produk, karena operasi-operasinya menggunakan peralatan serba guna dan tenaga kerja berketrampilan tinggi. Fleksibilitas ini menimbulkan berbagai masalah dalam pengendalian persediaan, skedul dan kualitas, disamping juga tidak efisien.Salah satu karakteristik pokok suatu proses intemiten adalah peralatan dan ketrampilan kerja yang sama dikelompokkan pada satu tempat (area), yang dikenal sebagai bentuk layout proses. Sebaliknya aliran garis dikenal sebagai layout produk karena berbagai proses, peralatan dan ketrampilan kerja diletakkan atas dasar urut-urutan pengerjaan produk.
Operasi intermiten dapat diterapkan dalam produksi barang-barang yang tidak standardisasi atau volume produksinya rendah, karena operasi ini adalah paling ekonomis dan melibatkan risiko yang paling kecil. Bentuk-bentuk operasi intermiten biasanya tampak dalam siklus kehidupan awal semua produk, untuk produk-produk yang dibuat atas dasar pesanan, dan untuk produk-produk dengan pasar bervolume rendah.
v Ciri-ciri proses produksi terputus-putus:
a.    Produk yang dihasilkan dalam jumlah kecil, variasi sangat besar.
b.    Menggunakan mesin-mesin bersifat umum dan kurang otomatis.
c.    Operator mempunyai keahlian yang tinggi.
d.   Proses produksi tidak mudah terhenti walaupun terjadi kerusakan di salah satu mesin.
e.    Menimbulkan pengawasan yang lebih sukar.
f.     Persediaan bahan mentah tinggi.
g.    Membutuhkan tempat yang besar.
v Kelebihan proses produksi terus –menerus adalah:
Fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan produk yang berhubungan dengan mesin bersifat umum yaitu system pemindahan menggunakan tenaga manusia, diperoleh penghematan uang dalam investasi mesin yang bersifat umum dan proses produksi tidak mudah terhenti, walaupun ada kerusakan di salah satu mesin.
v Kekurangan proses produksi terus –menerus adalah:
a.    Dibutuhkan scheduling dan routing yang banyak karena produk berbeda tergantung pemesanan.
b.    Pengawasan produksi sangat sukar dilakukan.
c.    Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses cukup besar.
d.   Biaya tenaga kerja dan pemindahan bahan sangat tinggi, karena menggunakan banyak tenaga kerja dan mempunyai tenaga ahli.

3.    Proses produksi aliran proyek
Proyek. Bentuk operasi-operasi proyek digunakan untuk memproduksi produk-produk khusus atau unik, seperti kapal, pesawat terbang,peluru, jembatan, gedung, pekerjaan seni, peralatan-peralatan khusus, dan sebagainya. Setiap unit produk-produk tersebut dibuat sebagai suatu barang tunggal. Meskipun tidak ada aliran produk bagi suatu proyek, tetapi ada urutan operasi-operasi, dimana seluruh operasi ataukegiatan individual harus diurutkan untuk menunjang pencapaian sasaran proyek akhir. Masalah signifikan dalam manajemen proyek adalah perencanaan, pengurutan, scheduling dan pengawasan kegiatan-kegiatan individual yang mengarahkan penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Bentuk operasi-operasi proyek digunakan bila ada kebutuhan akan kreativitas dan kekhususan dalam pembuatan suatu produk. Kita sulit untuk mengotomatisasikan proyek-proyek karena hanya dikerjakan sekali, sehingga peralatan serba guna kadang-kadang dapat digunakan untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Proyek-proyek ditandai dengan biaya yang tinggi dan kesulitan dalam perencanaan dan pengawasan manajerial. Ini diakibatkan karena proyek pada dasarnya sukar dirumuskan, dan mungkin merupakan subyek derajat perubahan dan inovasi yang tin

4.    Karakteristik-karakteristik proses
Karakteristik
Terus-menerus
Terputus-putus
proyek
Produk



Tipe order
Kontinyus atau kumpulan besar
Kumpulan
Unit tunggal
Aliran produk
Berurutan
Berpola tidak pasti
Tidak ada
Variasi produk
Rendah
Tinggi
Sangat tinggi
Tipe pasar
Massa
Pesanan
Khusus (unik)
Volume
Tinggi
menengah
Unit tunggal
Tenaga kerja



Ketrampilan
Rendah
Tinggi
Tinggi
Tipe kegiatan
Bersifat pengulangan
Tidak rutin
Tidak rutin
Upah
Rendah
Tinggi
Tinggi
Capital



Investasi
Tinggi
Menengah
Rendah
Persediaan
Rendah
Tinggi
Menengah
Peralatan
Mesin khusus
Serbaguna
Serba-guna
Sasaran



Fleksibilita
Rendah
Menengah
Tinggi
Biaya
Rendaah
Menengah
Tinggi
Kualitas
Konsisten
Lebih variable
Lebih variabel
Waktu penyelesaian
Rendah
Menengah
Tinggi
Perencanaan dan pengawasan



Produksi
Mudah
Sulit
Sulit
Kualitas
Mudah
Sulit
Sulit
Persediaan
Mudah
Sulit
Sulit

B.     Perencanaan Dan Pengendalian Produksi
Strategi respons terhadap permintaan konsumen mendefinisikan bagaimana suatu perusahaan industri manufaktur akan memberikan tanggapan atau respons terhadap permintaan konsumen. Pada dasarnya strategi respons terhadap permintaan konsumen dapat diklasifikan dalam ketegori sebagai berikut (Gaspersz,2005: 8) :
1.    Make-to-Order
Perusahaan industri yang memilih strategi Make-to-Order hanya mempunyai desain produk dan beberapa material standar dalam sistem inventori, dari produk-produk yang telah dibuat sebelumnya. Aktivitas proses pembuatan produk bersifat khusus yang disesuaikan dengan setiap pesanan dari pelanggan.
Dalam strategi Make-to-Order, perusahaan mempunyai resiko yang sangat kecil berkaitan dengan investasi iventory. Sebagaimana halnya dengan strategi Design-to-Order, fokus opersionalnya adalah pada pesanan spesifik dari pelanggan dan bukan pada parts. Penggantian parts mesin, produk-produk kerajinan tangan berdasarkan pesanan khusus riset pasar bagi perusahaan tertentu, dan pelatihan dalam perusahaan (inhouse training) berdasarkan kebutuhan spesifik dari pelanggan, dapat dikategorikan dalam strategi Make-to-Order. (Gaspersz,2005: 9)
2.    Make-to-Stock
Perusahaan industri yang memilih strategi Make-to-Stock akan memiliki inventory yang terdiri dari produk akhir (finished product) untuk dapat dikirim dengan segera apabila ada permintaan dari pelanggan. Dalam strategi Make-to-Stock, perusahaan industri memiliki resiko yang tinggi berkaitan dengan investasi inventory, karena pesanan pelanggan secara aktual tidak dapat diidentifikasi secara tepat dalam proses produksi. Permintaan aktual dari pelanggan hanya dapat diramalkan, di mana sering kali tingkat aktual dari produksi hanya berkolerasi rendah dengan pesanan pelanggan aktual yang diterima. Berkaitan dengan hal ini, peruahaan industri yang memilih strategi Make-to-Stock harus membangun sistem informasi pasar yang andal agar secara lebih akurat dapat meramalkan permintaan aktual dari konsumen. ( Gaspersz,2005: 9-10 )

C.    Matriks aliran proses produk Rainbow & Health Tofu
Aliran Proses
Produk yang dibuat
Keterangan
Pesanan
Persediaan
Intermitten
-
-

Continous
-
Produk Rainbow & Health Tofu memiliki aliran proses continues karena  proses produksinya mempunyai pola atau urutan yang selalu sama dan memiliki persediaan agar produk tahu ini  dapat dikirim dengan segera apabila ada permintaan dari pelanggan
Project
-
-



Rabu, 02 April 2014

Kaizen

Kaizen merupakan suatu konsep dan filsafat yang berasal dari Negara Jepang tetapi sangat diterima oleh Barat sehingga menciptakan budaya yang berpengaruh. Budaya tersebut menggabungkan berbagai keunggulan dan manfaat kerjasama tim dalam kaizen dengan kekuatan individual pada masyarakat. Kaizen sendiri berarti “perbaikan”. Kata kaizen merupakan kombinasi karakter huruf Jepang Kai yang berarti “perubahan” dengan Zen yang berarti “baik”. Di Barat kaizen sebagai konsep manajemen, berarti “perbaikan terus menerus”, setiap tahap demi tahap.

Definisi kaizen adalah:
  • Filsafat, sikap, cara berfikir, dan cara berperilaku serta berpusat pada kekuatan kultur/kebudayaan.
  • Suatu kebudayaan yang focus terhadap perbaikan secara terus menerus dengan menghilangkan waste di semua sistem dan proses, mulai dengan GEMBA (tempat kerja).
  • Problem Solving Prosess.
  • Mind Set.
Menurut kaizen, kemajuan yang diraih bukanlah hasil satu atau dua lompatan besar. Kemajuan menurut kaizen dapat diraih karena perbaikan kecil tanpa henti dalam berates-ratus bahkan beribu-ribu kali perubahan dalam menghasilkan produk atau jasa, ide tentang perbaikan biasanya berasal dari para karyawan Asumsi yang mendasari perubahan kaizen adalah bahwa kesempurnaan itu sebenarnya tidak ada, artinya tidak ada kemajuan, produk hubungan, sistem atau struktur yang sempurna.Kaizen selalu berusaha meningkatkan apa yang pernah dicapainya dan pasti selalu ada orang lain yang menemukan ruang untuk mengadakan peningkatan. Salah satu tujuan konsep kaizen adalah untuk mengurangi sampai menghilangkan waste dalam proses produksi.Waste tersebut ada tujuh macam, yaitu:
  • • Waste dalam transportasi
  • • Waste dalam proses
  • • Waste dalam inventori
  • • Waste dalam gerakan;
  • • Waste akibat cacat produk;
  • • Waste karena menunggu;
  • • Produksi yang berlebihan

Kaizen identik dengan siklus rencana-kerjakan-periksa-tindakan (Plan, Do, Check, Act atau PDCA). PDCA adalah prinsip dasar untuk perbaikan secara terus menerus. Penjabaran dari PDCA adalah sebahagai berikut:
  • • Planning berarti memahami apa yang ingin dicapai, memahami bagaimana melakukan suatu pekerjaan, berfokus pada masalah, menemukan akar permasalahan, menciptakan solusi kreatif serta merencanakan implementasi yang terstruktur.
  • • Doing tidak semudah seperti yang dilihat. Didalamnya berisi pelatihan dan manajemen aktifitas. Biasanya masalah besar dan mudah sering berubah pada saat-saat terakhir. Bila terjadi kondisi seperti ini maka tidak dapat dilanjutkan lagi tetapi harus mulai dari awal kembali.
  • • Checking berarti pengecekan terhadap hasil dan membandingkan sesuai dengan yang diinginkan. Bila segala sesuatu menjadi buruk dan hasil baik tidak ditemukan, pada bagian ini keberanian, kejujuran, kecerdasan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan proses. Kata kunci ketika hasil memburuk adalah “kenapa”. Dengan dokumentasi proses yang baik maka kita dapat kembali pada titik yang mana keputusan salah dibuat.
  • • Acting berarti Menindak lanjuti apa yang didapatkan selama tahap pengecekan.Arti lainnya adalah mencapai tujuan dan menctandarisasikan proses atau belajar dari pengalaman untuk memulai lagi pada kondisi yang tepat.

Langkah-langkah Pemecahan Metode Kaizen
  1. Membentuk sebuah team. Terdiri dari ketua, sekertaris, anggota, fasilitator. Sebaiknya membentuk nama team.
  2. Membangkitkan masalah dan berkonsentrasi pada masalah yang dipilih. Menggunakan prinsip go look, go see atau lebih dikenal dengan nama Genchi Genbutsu. Prinsipnya adalah langsung melihat kejadian dilapangan tempat proses berlangsung.
  3. Mengumpulakan dan meneliti. Meneliti semua proses yang ada lalu mencari 7 mudas yang terdiri dari proses, menunggu, inventory, transportasi, pergerakan, produksi yang berlebihan, proses ulang.
  4. Membuat peringkat sistem yang terdiri dari nama, peringkat dan nilai.
  5. Memilih objek penelitian.
  6. Membuat jadwal penelitian.
  7. Menganalisa kondisi sekarang. Menggunakan brainstorming dengan tujuan untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin yang relative singkat.
  8. Membuat Fishbone diagram. Menganalisa segala kemungkinan yang penting melalui 4MIE yaitu man, machine, methods, material dan environment.
  9. Mengumpulkan data. Terdiri dari menentukan parameter penelitian, menentukan waktu pengumpulan, mendesain form-form yang dipakai, mengumpulan data dengan jujur. Dapat pula membuat flowchart atau merekamnya dalam bentuk video.
  10. Membentuk target yang specific, dapat diukur, tidak rancu, masuk akal, dapat ditelusuri bila tidak tercapai.
  11. Analisa penyebab. Pencarian penyebab permasalahan secara sistematik. Dengan membandingkan antara teori dengan kenyataan. Menggunakan 5 Why Analisis.
  12. Merencanakan cara-cara pengukuran yang sesuai dengan target. Mendesign cara praktis dan murah untuk mencari penyebab permasalahan. Merencanakan paling tidak satu rencana untuk setiap akar permasalahan.
  13. Melakukan pengukuran. Mengumpulakan data dan memonitoring proses serta memberikan penilaian,
  14. Mengecek hasil. Membandingkan hasil pengukuran dengan target yang telah dibuat.
  15. Menindak lanjuti dari hasil pengecekan.
  16. Membuat standarisasi proses dan melakukan pelatihan dengan standar baru.

Prinsip KaizenKaizen mengandung sepuluh prinsip:
  1. Berfokus kepada pelanggan Fokus utama kaizen adalah kualitas produk, tetapi tujuan terpenting kaizen adalah kepuasana pelanggan. Segala sesuatu / aktifitas yang tidak menambah nilai produk atau meningkatkan kepuasan pelanggan merupakan pengeluaran biaya yang tidak perlu.
  2. Mengadakan Peningkatan Terus Menerus Dalam kaizen, suatu keberhasilan bukanlah hasil akhir tetapi merupakan awal untuk melangkah ke tahap berikutnya karena suatu keberhasilan merupakan factor dalam meningkatkan semangat untuk mencapai keberhasilan yang lain.
  3. Mengakui Masalah Secara Terbuka Membangun budaya yang tidak saling menyalahkan, sehingga para karyawan dalam perusahaan kaizen dapat mengakui kesalahan secara terbuka, dengan sadar menunjukan kelemahan dari prosesnya dan meminta bantuan jika tidak mampu mengatasinya. Keterbukaan tersebut merupakan suatu kekuatan yang bisa mengendalikan dan mengatasi berbagai masalah dengan cepat serta meningkatkan kesempatan-kesempatan perbaikan.
  4. Mempromosikan Keterbukaan Ilmu pengetahuan bagi kaizen adalah untuk saling dibagikan dan hubungan-hubungan komunikasi yan4g mendukungnya merupakan sumber efisiensi.
  5. Menciptakan Tim Kerja Dalam Kaizen, Tim adalah fondasi yang membentuk struktur organisasi. Melalui keikutsertaan para karyawan dalam tim, perusahaan mendapatkan keuntungan dari karyawannya. Kerjasama tim ini dapat menanamkan rasa saling memiliki, tanggungjawab kolektif, dan berorientasi pada perusahaan serta dapat memperkuat keterbukaan, saling berbagi dan komunikasi.
  6. Memanajemen Proyek Melalui Tim Fungsional-silang Proyek perusahaan kaizen direncanakan dan dilaksanakan dengan menggunakan sumberdaya antar-departemen atau fungsional-silang serta sumber daya yang berasal dari luar perusahaan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi biaya, mengontrol pemborosan sampai tingkat tertentu serta memuaskan pelanggan.
  7. Memelihara Proses Hubungan yang Benar Perusahaan jepang melakukan segala sesuatu yang mampu mereka lakukan supaya terpelihara keharmonisan dalam hubungan antar-manusia terutama para staff, manajer dan para pemimpin tim. Hubungan tersebut dapat menumbuhkan loyalitas dan komitmen dari karyawan.
  8. Mengembangkan Disiplin Pribadi Disiplin pribadi di tempat kerja merupakan sifat alamiah orang Jepang
  9. Memberikan Informasi pada Semua Karyawan Berbagi informasi merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan Kaizen. Dengan memberikan informasi yang penting pada setiap orang maka tantangan perusahaan berubah menjadi tantangan pribadi. Informasi ini juga merupakan langkah penting untuk menciptakan budaya berdasarkan pengetahuan.
  10. Memberikan Wewenang Kepada Setiap Karyawan Dalam pelaksanaan kaizen, setiap karyawan diberikan wewenang untuk melakukan perubahan kea rah yang lebih baik dengan kata lain melibatkan peran karyawan dalam melakukan peningkatan.

Keuntungan KaizenDengan menggunakan konsep dasar kaizen dalam melakukan berbagai aktifitas. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh, antara lain:
  • • Peningkatan Proses;
  • • Penggunaan paradigma baru;
  • • Mempercepat waktu proses;
  • • Zero Investment;
  • • Human Development;
  • • Keamanan dan keselamatan kerja.

Keuntungan lain dari kaizen adalah:
  • • Penggunaan sistem Plan-Do-Check-Action (PDCA) mengakibatkan cepat dalam menuingkatkan proses dan menghilangkan masalah.
  • • Identifikasi, implementasi, monitor dan mengatur perubahan menyebabkan dapat mencegah terjadinya masalah baru.
  • • Memfokuskan organisasi kepada kepuasan konsumen dan berdasarkan fakta dalam menggambil keputusan
  • • Membantu organisasi untuk menjadi lebih efisien pada proses peningkatan dan pemecahan masalah dilakukan pada tingkat optimal dan biaya yang rendah.
Sumber : http://pemudastatistika.wordpress.com/2011/12/29/kaizen/ 

Benchmarking

Benchmarking adalah proses pengukuran produk, pelayanan, dan praktek bisnis yang dilakukan secara terus menerus, dengan menggunakan pesaing terkuat atau perusahaan terkemuka sebagai pembanding.

Benchmarking ada 3 macam :
• Internal Benchmarking yaitu membandingkan operasi diantara fungsi-fungsi dalam organisasi itu sendiri.Internal benchmarking dapat juga dikatakan sebagai suatu upaya perbaikan terus-menerus untuk mengidentifikasi praktik bisnis terbaik yang ada di dalam perusahaan.
• Competitive Benchmarking berfungsi untuk memposisikan produk perusahaan terhadap produk pesaing. Competitive Benchmarking ini diterapkan untuk menciptakan atau meningkatkan daya saing serta mampu memperbaiki posisi produk dalam pasar yang kompetitif.
• Fungtional Benchmarking yaitu dengan melakukan investigasi pada perusahaan-perusahaan yang unggul dalam industri yang tidak sejenis.

Benchmarking dari perusahaan.
• XEROX CORP. yaitu proses pengukuran dari produk, pelayanan, dan praktek bisnis yang dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan pesaing terkuat atau perusahaan terkemuka sebagai pembanding.
• AT &T yaitu proses pengukuran terus menerus dari operasi bisnis saat ini dan membandingkannya dengan faktor pembanding terbaik, kemudian atas dasar perbandingan tersebut dibuat rencana operasional untuk mencapai hasil terbaik.


Dimensi kualitas produksi menurut DAVID GARVIN (1987)
• Performansi (Performance)
• Features (Keistimewaan)
• Keandalan (Reability)
• Konformasi/Kelangkapan (Conformance)
• Durability (Masa Pakai)
• Service Ability (Kemampuan Pelayanan)
• Estetika (Estetiks)
• Kualitas yang dirasakan (Percieved Quality)

Klasifikasi Kebutuhan
• Kebutuhan yang dinyatakan
• Kebutuhan yang sesungguhnya
• Kebutuhan yang dirasakan
• Kebutuhan kultur
• Kebutuhan yang dapat dilacakke penggunaan yang tidak direncanakan.

Sumber : http://180506.blogspot.com/2008/12/manajemen-mutu-3-benchmarking.html

Rabu, 15 Januari 2014

Manajemen

Pengertian Manajemen dan Fungsinya.

A. Pengertian Manajemen (Definition of Management)
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.

Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

1. Manajemen sebagai suatu proses,

2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,

3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.






B. Fungsi manajemen 


Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.



Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC :

1. Fungsi Perencanaan / Planning

Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing

Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading

Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

4. Fungsi Pengendalian / Controling

Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.



Sumber   : http://muhammad-dhiauddin.blogspot.com/2011/01/pengertian-manajemen-dan-fungsinya.html

Momen Ultah Ke20 :)

Alhamdulillah, genap 20 Tahun umur sayaa, semoga makin shalihah, makin dewasa dan berkah umurnya.Aamiin ya Rabb. Terimakasih atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada saya, shingga saya mampu berdiri seperti sekarang :')
dan ini adalah beberapa moment moment indah (menurut saya) yang dihadirkan oleh keluarga dan teman dekat saya. 

Nahh, ini adalah kue yang ibu saya berikan, pas pulang kuliah capek capek, ehh tiba tiba diruang tamu udah disiapin ini, thanks mommy :* thanks juga sama bokap, kaeka, bangeja dan ayyu yang udah memberikan doa dan kado kecil2an buat saya.. 


dan dibawah ini adalah ceplokan season pertama dari teman teman kampus saya khususnya kumpul kece, love it kecekuuuuu :3 yang emang resehh, hahaa


dan ini adalah wafer special yang diberikan oleh RADAR, cuma gak ada Rizki, hahaa. ohiya tau gak kenapa aya pakai helm ? itu karena saya gamau kena ceplokan lagi -___-v peace radarr..

dan dibawah ini adalah kartu ucapan dari ladieswatiku :* thankyou sissy indy dan sissy ndahh :3
 ohiyaaaaa, eng ing engggg, akhirnya pas malem malem sambil hujan hujan ala pelem pelem korea, saya ditarik keluar dan sukses diceplokin seaseon dua. thankyou radar :')

Alhamdulillah,, terimakasih teman teman terbaik, dan juga terimakasih atas doa doa yang sudah diberikan kepada saya, semoga doanya mantul yaaaaaa; :))

jazakillah ;) >> Moment 15 november 2013

Pengibaran Paskibra DAK SMKN 4 Jakarta

 Assalammualaikum, lama tak jumpa yaaaaak :3 ..
sekarang saya lagi mau pamer foto foto Paskibra DAK SMKN 4 Jakarta Utara ketika mengibar Sang saka Merah Putih pada 17 Agustus 2013 di Lapangan SMKN 4 Jakarta.

ini adalah pasukan pengibar benderaa :)) udah latihan berbulan bulan dan yang pasti hasilnya bagus banget :)


dan dibawah ini adalah foto bareng angkatan 2008 dan angkatan 2009.. Ciye kompak . hahaa

dan yang satu ini adalah foto bareng bbrp anggota paskibranya, sayang rusuh jadi gak jelas deh :D
 nahhhh,, yang ini foto bareng angkatan 2008, cuma ada (kiri-kanan) : Amar, Indri, Nisa(Saya) dan Kahfi.. alhamdulillah masih mampir buat adik adiknya, telimakaci kakak :))


Maaf dan Terimakasih

Dear Warehousewoman-ku. Hari ini hari yang beratttt banget, Seberat impianku yang banyak kalo dikiloin. Hidup ini pilihan, dan i...